Minggu, 23 Oktober 2011

Elegi Pemberontakan Pendidikan Matematika 24: Solusi 3+4=7 kontradiktif? (Jawaban utk Prof Sutarto Bgn Ketiga)


Oleh Marsigit


Direfleksi oleh :

Rifai  11709251010

P Mat Kelas A PPs UNY 2011



“Perbedaan merupakan rahmat” itu sepenggal kalimat yang pernah disampaikan guru agama saya yang masih saya ingat sampai sekarang. Yang terpenting untuk dilakukan adalah bagaimana me-menej perbedaan itu hingga dapat ditemukan titik temu yang mampu menjembatani perbedaan tersebut. Jika titik temu telah diperoleh maka pihak-pihak yang berbeda pandangan akan melakukan refleksi terhadap pandangannya. Dalam konteks ini titik temu berperan sebagai reflektor.  Setiap pertentangan pasti  akan menemukan titik temu sebagai penyelesaian, yaitu titik toleransi kedua pihak sebagai hasil renungan yang mendalam mengenai aspek-aspek yang relevan.

“Solusi yang ditawarkan adalah adanya saling pengakuan dan rasa menghormati, rasa saling membutuhkan dan saling mengisi, serta tidak saling menonjolkan egonya masing-masing, tidak bersifat hegemoni, proporsional sesuai dengan keahliannya masing-masing, menjalin komunikasi yang baik serta silaturakhim dalam bidang matematika dan pendidkan matematika”
Merupakan tawaran komprehensif untuk mereduksi kesenjangan perbedaan pandangan mengnai matematika.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar