Minggu, 25 September 2011

Elegi Pemberontakan Pendidikan Matematika 2: Intuisi dalam Matematika (2)

 (18 Maret 2011)

Direfleksi oleh :
Rifai
P Mat A PPs UNY 2011

Aspek Ontologi
Peran kunci untuk mengembangkan kreativitas berfikir dipegang oleh intuisi matematika.  Intuisi matematika memandu siswa untuk mengembangkan pikiran guna menemukan pemahaman permasalahan dan solusi yang mestinya ditemukan. Tentunya proses pemahaman dan penemuan solusi didasarkan atas pertimbangan-pertimbangan logis matematis sehingga hasilnya menyatakan suatu kebenaran matematis.

Aspek Epistimologi
Intuisi matematika dapat dimiliki siswa melalui tahap pendahulu berupa pengalaman matematika.  Diawali dari rasa suka matematika, menumbuhkan rasa “kangen” untuk bertemu matematika. Selalu ada pengharapan hal baru apa ya... yang akan aku dapat hari ini? Rasa ini akan memunculkan sikap (atitude) positif terhadap matematika sehingga tidak ada lagi anggapan bahwa matematika sulit, membosankan, atau membingungkan. Dukungan dua hal ini akan mempertinggi pemahaman matematika. Apabila ditambah bumbu metode penyampaian yang tepat, niscaya pengalaman matematika akan tergapai.

Aspek Aksiologi
Menghasilkan dimilikinya kemampuan prasarat yang mencukupi untuk mempelajari konsep berikutnya.

Elegi Menggapai Sumber Bacaan_Makalah_Penelitian_Pengabdian Masyarakat_tentang Matematika_Pendidikan Matematika_dan Filsafat

(20 Maret 2011)
Direfleksi oleh :
Rifai
P Mat PPs UNY 2011

Aspek ontologi
Pada hakekatnya pengetahuan adalah kekayaan intelektual. Secara naluri setiap orang akan mengembangkan kekeyaannya untuk semakin memantapkan eksistensinya. Wajarlah hal demikian, sebab manusia tidaklah diberikan pengetahuan oleh Allah kecuali hanya sedikit. Karena itu pengetahuan milik seseorang merupakan sumber pengetahuan bagi yang lain. Oleh karena pengetahuan dapat dimiliki seseorang melalui proses belajar maka ia harus menemukan sumber balajar yang sesuai dari manapun asalnya atau bagaimanapun caranya. Jadi sebenar-benar sumber belajar adalah terbuka.

Aspek Epistimologi
Mengkaji sumber-sumber belajar melalui kegiatan mandiri berupa penulusuran literatur, makalah, atau sumber bacaan lain.

Aspek Aksiologi
Menghasilkan banyak pilihan macam sumber belajar dan bermacam cara memperolehnya.

Minggu, 18 September 2011

Elegi Konferensi Daerah Imajiner


Wednesday, September 22, 2010
Oleh Marsigit

Direfleksi oleh :
Rifai
P Mat Kelas A PPs UNY 2011

Aspek Ontologi
Pada hakekatnya, agar pembahasan suatu masalah menelurkan hasil yang bermanfaat maksimal jangan melupakan suara elemen lapis bawah (akar rumput). Dari sanalah dapat ditemukan permasalahan apa yang terjadi dan solusi macam apa yang dapat diterapkan sesuai dengan keluasan cakupan bahasannya.

Aspek Epistimologi
Suara akar rumput memberikan gambaran beragamnya permasalahan yang ada, dimana antar masalah saling asing sehingga yang satu tampak tidak nyata (imajiner) bagi yang lain. Dengan memahami karakteristik setiap masalah maka akan ditemukan pemecahan masalah yang bijak.

Aspek Aksiologi
Bagi siapapun yang ingin punya kemampuan membaca suara akar rumput, maka ia harus bergerak dinamis (bagai rumput yang bergoyang) agar apa yang ia baca dapat lengkap sesuai keadaan senyatanya.



Elegi Wawancara Orang Tua Berambut Putih


Wednesday, September 22, 2010
Oleh : Dr. MARSIGIT, MA.

Direfleksi oleh :
Rifai
P Mat Kelas A PPs UNY 2011

Aspek Ontologi
Hakekat elegi adalah sarana untuk mencapai pemikiran filsafati. Ibarat perjalanan mengendarai kereta, maka elegi adalah keretanya, bukan tujuan yang ingin dicapai. Jadi elegi adalah pengantar pikiran pembaca kepada pemikiran mendalam tetang suatu hal.

Aspek Epistimologi
Elegi menggiring pikiran kepada hal-hal yang hakiki. Melalui elegi pembaca diajak memahami suatu hal menurut cara pandang filsafat sekaligus meluruskan pendapat yang salah terhadap filsafat.

Aspek Aksiologi
Melalui elegi dapat dipahami bahwa filsafat itu adalah diri kita. Jadi melalui elegi dapat ditunjukkan bahwa kajian filsafat itu banyak manfaatnya dan langsung bersentuhan dengan kehidupan manusia.


Elegi Menggapai Fungsi f(x) = 1

Refleksi
Elegi Menggapai Fungsi f(x) = 1        (26 Februari 2011)
Oleh : Marsigit

Direfleksi oleh :
Rifai
P Mat PPs UNY 2011

Aspek Ontologi
Hakekat fungsi f(x) = 1 adalah simbolisasi kesadaran untuk mengakui keberadaan Tuhan. Matematikawan atau orang yang belajar matematika memaknai hakekat ke-Tuhan-an dengan dengan caranya sendiri, yaitu membawanya ke ranah kajian matematika agar terjadi interpretasi linier berdasar pola-pola pemikiran matematika. Jadi sebenar-benar fungsi f(x) = 1 adalah bahasa penghantar bagi matematikawan atau orang yang belajar matematika menuju pemahaman ke-Esaan Tuhan.

Aspek Epistimologi
Analogi merupakan suatu pola yang menyumbangkan cara bagaimana memahami matematika atau obyek lain yang lebih luas. Dengan beranalogi manusia bisa memahami obyek-obyek yang ia temui, termasuk didalamnya mengenai hakekat ke-Tuhan-an. Proses beranalogi dapat dipermudah dengan membuat padanan obyek yang representatif. Jadi dalam ranah matematika padanan obyek yang representatif diantaranya adalah fungsi.

Aspek Aksiologi
Pengakuan keberadaan Tuhan oleh matematikawan atau orang yang belajar matematika lebih mudah tercipta karena cara memahami keberadaan Tuhan berada pada ranah yang relevan dengan matematika. Jadi  fungsi f(x) = 1 dapat dijadikan pedoman dalam rangka menyadari fungsi masing-masing bagian untuk memposisikan diri secara tepat dihadapan Tuhan Yang Maha Satu .

Elegi Pemberontakan Para Obyek


Refleksi
Elegi Pemberontakan Para Obyek  (15 Oktober 2010)
Oleh : Marsigit

Direfleksi oleh :
Rifai
P Mat PPs UNY 2011
                             
Aspek Ontologi
Hakekat ilmu adalah penentu perwujudan manusia. Ilmu sangat mewarnai jati diri setiap manusia. Dengan ilmu manusia akan mampu mengendalikan pikiran-pikiran manusiawi yang liar karena dari sanalah ia menemukan pertimbangan-pertimbangan nalar yang logis. Jadi sebenar-benar ilmu adalah pengendali manusia atas keinginan-keinginannya.

Aspek Epistimologi
Ilmu bersifat pasif-reaktif, artinya ilmu menampakkan perwujudannya jika dihadapannya muncul pertanyaan atau muncul permasalahan. Jadi ilmu akan tampak perannya melalui cara memberi jawaban atas pertanyaan yang diajukan, atau memberi solusi terhadap masalahan yang muncul.

Aspek Aksiologi
Menjadikan manusia mampu mendeterminasi dirinya sendiri dan menemukan jati diri. Jadi dalam hal ini ilmu adalah pengatur dan pengarah untuk menggapai kemerdekaan dalam mengejawantahkan jati diri.