Sekolah Bertaraf Internasional : Sebuah Epistemology
Oleh Marsigit
Direfleksi oleh
RIFAI (11709251010)
P Mat A PPs UNY
Konsep SBI adalah ideal, dapat terwujud bila ditunjang sekian banyak prasarat yang harus dipenuhi. Kenyataannya saat ketuk palu SBI dijalankan prasarat-prasarat tersebut masih "dipaksakan" untuk dikatakan siap. Tentunya ini berlaku untuk sekolah RSBI yang segera bermetamorfose ke SBI berdasar target waktu (bukan target kompetensi). Jika ini dilanjutkan maka yang terjadi adalah menyimpangnya tujuan/target SBI. Semula SBI berangan-angan untuk menelurkan outcome lulusan siswa yang benar-benar berkembang lebih maju dibanding siswa lain di sekolah reguler non SBI sebagaimana dikatakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh "Jika semua anak-anak pintar harus bersekolah di sekolah yang reguler, maka dikhawatirkan tidak ada kesempatan untuk berkembang". Namun mengingat kesiapan beberapa RSBI yang dipandang kurang siap maka tujuan/target SBI akan terdegradasi ke Tujuan/target reuler. Tujuan mulia SBI hanya dapat terwujud jika prasarat-prasarat SBI betul-betul dipenuhi. Harapan besar dititipkan kepada pemangku kebijakan penentuan strata SBI semoga vonis SBI bagi sekolah yang dinyatakan lolos benar-benar atas pertimbangan kompetensi sekolah tersebut untuk mampu menampung dan mengebangkan kemampuan siswa-siswanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar