Kamis, 24 November 2011

Elegi Meratapi SAng Ilmuwan Plagiat dan guru Pemalsu PAK

Elegi Meratapi SAng Ilmuwan Plagiat dan guru Pemalsu PAK
Oleh : Marsigit

Direfleksi oleh :
RIFAI, P Mat A 11709251010

Eksistensi seseorang akan diketahui orang lain jika :
1. Ia benar-benar tampak dimata orang lain
2. Ada gejala yang yang dapat diamati yang menujukkan bahwa dia ada
3. Ada produk yang dihasilkan olehnya sehingga produk itu bisa dinikmati orang lain
artinya, untuk menampakkan diri di hadapan orang lain sesorang harus terlihat dulu, baik secara fisik maupun dengan bukti otentik. Dengan begitu orang lain akan menempatkan dirinya di tempat tertentu sesuai ruang yang tersedia pada dirinya. Selanjutnya penempatan itu bersifat kokoh atau tidak bergantung dari efek-efek lanjutan dari awal penampakannya.

Contoh : Seorang guru dinilai orang lain sebagai guru apabila dia memiliki ijazah keguruan, selanjutnya predikat guru itu apakah benar-benar bisa disandangnya sangat bergantung dari efek lanjutan yang ia tempilkan sebagai seorang guru. Jika ia mampu menunjukkan perilaku (normatif) sebagai guru maka akan kokohlah kedudukan ia menyandang predikat 'guru'.

Kemudian dari mana penilaian (normatif) bagi seorang guru?
Jawabannya ada 2 hal, yaitu : (1) dari gejala-gejala (dalam bentuk  aktivitas) yang ia lakukan sehari-hari. Jika ia mampu berkativitas yang mencerminkan perilaku seorang guru, maka dikatakan ia benar-benar guru. (2) dari produk yang dihasilkan. Jika ia mampu menelorkan produk yang relevan dengan disiplin keguruan dan produk itu dapat dinikmati khalayak banyak, maka dikatakan ia layak menyandang predikat sebagai 'guru'.
Jadi sebenar-benar eksistensi seseorang diakui oleh orang lain jika orang itu ADA, ia MENGADAkan sesuatu yang relevan, dan ia merupakan PENGADA dari suatu produk yang bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar