Kamis, 24 November 2011

Mempertemukan Logika dan Pengalaman untuk membangun Filsafat

Mempertemukan Logika dan Pengalaman untuk membangun  Filsafat

Direfleksi oleh RIFAI, P MAT  Kelas A No 11709251010



Kajian filsafat mencakup hal-hal dasar yang esensial. Mengenai asal-usul ditemukannya obyek filasafat tidaklah dipermasalahkan. Semua sumber berstatus syah dan ‘legal’ dari kacamata filsafat.



Setiap manusia menjalani kehidupannya melalui proses pengamatan dan analisa. Pengamatan yang seksama dengan dibarengi analisa yang teliti akan memunculkan pengalaman hidup yang akan ia kenang sepanjang hidupnya. Analisa terhadap pengamatan dilakukan oleh individu menggunakan logika. Logika akan menuntun individu untuk melakukan penilaian terhadap apa yang ditemuinya. Jika dengan logika itu ia mendapatkan kesan, maka kesan itu akan menjadi pengalaman bagi dirinya. Dengan senantiasa mempertimbangkan hal-hal mendasar, harapannya output dari berlogika yang ia lakukan menghasilkan penilaian yang bijaksana yang memuat manfaat bagi dirinya. Dengan demikian akan ditemukan olehnya pengalaman hidup. Sebaliknya setelah pengalaman hidup berhasil diraihnya, selanjutnya pengalaman itu dapat dijadikan cermin untuk merefleksi seberapa kadar kebenaran yang diyakini itu dibanding kebenaran yang hakiki. Hal itu bisa dilakukan jika ia mampu berfilsafat.



Hubungan yang resiprocal ini menyandingkan kedudukan yang serasi antara logika dan pengalaman dalam upaya membangun filsafat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar